aku kadang-kadang kesel deh ..
bukannya mau mengeluh tapi aku bingung mau cerita kesiapa lagi kalau gak curhat keblog aku.
aku iri aku kecewa,.
aku melihat ibu-ibu sama bapak-bapak dikantor semangat sekali kalau cerita soal anaknya.
ada yang cerita senang sekali anaknya dapet nilai 8 atau 9 ada yang cerita tentang anaknya dapet peringkat 1 pararel 1 sekolah ada yang peringkat 10 Besar pararel 1 sekolah..
aku juga ikut senang pasti tapi aku juga kecewa , kecewa karena ingat orang tuaku
aku dapet peringkat 2 Semester 1 dan 2 SMA Kelas X , Dan dapet peringkat 1 Terus selama kelas XI Dan XII dan peringkat 2 Pararel 1 Sekolah tapi apa yang aku dapat ??
raport saja diambil kadang-kadang ketika aku mengambil raport sendiri dan menunjukan nilaiku ke Bapakku apa yang aku dapat ??
Beliau cuma bilang "gitu aja sombong , yang lain juga banyak yang lebih"
yaa Allah bukan itu yang aku maksud, aku cuma pengen perhatian sedikiy saja dari kalian, setiap aku pulang sekolah seperti anak-anak yang lain ditanya pelajaran apa yang aku dapet hari ini, ada PR tidak ?, Sudah ulangan??
yaa Allah sakit banget aku kaua gak dianggap banget.
kalau pembagian raport yang suka ngasih selamat teman-teman dan orang tua teman-temanku rasanya saya biasa-basa saja tidak bangga atau senang malah itu bikin sakit , Orang Tuaku saja tidak memperhatikanku tapi orang tua temenku perhatian ke aku,,
aku berasal dari keluarga yang kurang mampu, bahkan ketika ada kegiatan sekolah saja aku sulit sekali minta uangnya,..
jangankan kegiatan sekolah yang terang-terang biayanya pasti lebih banyak uang saku saja aku sulit dapat kalau minta uang saku saja Bapak saya malah bilang sudah-sudah keluar saja sekolahmya..
dulu pas SMP aku diperintah bapak untuk masuk SMKN 1 Di Kota X. yang terkenal Bagus Taou Nikaujy hanya memadai untuk Jurusan Yang bukan dikehendaki, , Bapkku menyarankan agar aku masuk SMK saya berfikir keras bagaimana saya bisa sekolah dengan biaya murah tapi sekolah bagus karena kalau SMK si tempat saya mahal akhrnya aku memutuskan untuk Sekolah di SMAN 1 X dengan biaya yang terbilang paling murah dibanding sekolah satu Kabupaten / Kota , setelah saya memutuskan di SMAN 1 X aku di diamkan oleh Bapakku , dan sampai Saatnya saya lulus ..saya memilih SMA Itu lantaran itu sangat murah banget ga ada sekolah negeri semurah itu.
walapun murah kualitas dan fasilitasnya justru bagus banget saya bangga dengan pilihan saya..
kekecewaan aku kepada Bapakku sampai sekarang masih saja terasa apalagi kalau orang-orang kantor membicatakan anak-ankanya aku sedih aku sedih sekali rasanya..
usaha yang dibangun orangtua saya kenapa ya selalu saja ada halangan kadangkala ketika usaha sedang diatas tiba-tiba tertimpa masalah dan akhirnya terpuruk lahi..
aku juga bingung dengan jalan fikiran Bapak
dulu pas aku masih SMA Kelas XII awal didaftarkan untuk masuk Beasiswa untuk yang tidak mampu tapi tidak lolos, Tahun berikutnya aku huga ingin mengkuti beasiswa kagi , aku minta Izin dan Restu Orang Tua ku dengan maksud kalau mendapat restu bisa dimudahkan tapi apa daya saya tidak diperbolehkan eh tahun ini aku infin ikut lagi ternyata pendaftaranya sudah ditutup alias saya terlambat..
pas aku telephon bapak, Bapak malah marah=marah kenapa saya gak bisa dapet besaiswa seperti TETANGGA saya (lagi-lagi dibandingkan dengan orang lain) aku bilang saja aku sudah bilang bapak dari Tahun Kemarin Tapi bapak Tidak mengijinkanku dengan alasan agar aku kerja sata di kantor ini...rasannya campur aduk sekali..
semenjal Lulus SMA aku lagsung kerja dikota Besar dan Bekerja dikantor Pemerintahan
Jujur saja aku sangay tidak suka disini bukan karena apa aku suka kerjaanku aku suka orang=orangnya tapi yang jadi masalah upahnya , dengan upah segitu untuk membayar kosan saja sudah hampir 1 juta mau beli sepatu apa baju aja kayaknya kok ga mampu tapi disuruh bertahan disini.
bingung banget awal aku menerima kerjaan disini karena aku tidak betah dirumah dan dilingkungan rumah lantaran keluarga kami suka digosipkan yang tidak enak saya lelah dengan semua ini..
pada waktu SD jujur saja aku anak Nakal tapi semakin beranjak dewasa aku mengerti bagaimana keluargaku suka sekali "berperang" suka sekali menggunakan suaranya itu membuat saya malu dan menjadi pemalu orang yang tidak mengenalku dengan baik atau orang yang kenal disaat aku SD mereka pasti mengira aku seperti dulu, aku yang dulu tegap, tomboy bercita-cita sebagai polwan kini berubah menjadi pemalu, minder dan berjalan merunduk..
menurutku this is me dengan it's me sangat berbeda..
saya sekarang terlibat seperti orang bodoh saja , biar orang merendahkan saja ketimbang bernilai plus tapi tidak ada yang peduli dan menghargai maka saya akan memposisikan sebagimana Kata This is Me..
kepada diri saya sendiri dan Allah saya berperan It's me ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar tapi dengan sopan yaa ^^